Berkas ini mencakup seluruh dokumentasi kegiatan Wiradha yang berlangsung selama bulan Februari.
Syalwa Mulia_MRA2024_PSIKEItem ini berisikan perjalanan Deri Rahmat Priadi mengemban tanggung jawab menjadi seorang Duta Anti Perundungan di SMA Negeri 1 Citeureup
Deri Rahmat Priadi_MRA 2024_PSIK_DArsip ini berisikan tentang perjalanan seorang Deri Rahmat Priadi ketika bertugas dan mengemban tanggung jawab menjadi seorang Duta Generasi Sehat Indonesia.
Deri Rahmat Priadi_MRA 2024_PSIK_DBerkas ini berisikan seorang Deri Rahmat Priadi terpilih menjadi seseorang yang dapat menginfluence teman sebaya nya, selain itu beberapa program yang diraih oleh Deri Rahmat Priadi sehingga menjadi duta sekolah.
Deri Rahmat Priadi_MRA 2024_PSIK_DBerkas Ekstrakurikuler merupakan kelompok arsip pada Seri SRT yang berisi dokumen sertifikat kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler milik Annisa Humaira Sugiyanto. Arsip dalam berkas ini merekam partisipasi pencipta arsip dalam kegiatan kepalangmerahan yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan pada kurun waktu 2021–2023.
Annisa Humaira Sugiyanto_MRA2024_PSIKCArsip mencakup kegiatan akademik, organisasi, dan kepanitiaan yang pernah diikuti
Elsa Dwi Lestari_MRA 2024_PSIK CUang kertas pecahan 1.000 rupiah Emisi 1975 menggunakan gambar Pangeran Diponegoro pada bagian depan sebagai simbol perjuangan nasional dan semangat patriotisme Indonesia. Bagian belakang menampilkan ilustrasi petani yang sedang membajak sawah, yang menggambarkan pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian nasional pada masa itu. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Gajah Mada, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Soeksmono B. Martokoesoemo. Uang ini diedarkan pada masa Orde Baru ketika pemerintah menitikberatkan pembangunan ekonomi pada sektor pertanian melalui berbagai program swasembada pangan.
Naura Zahira Ahmar_MRA 2024_PSIK DUang kertas pecahan 100 rupiah Emisi 1977 menggunakan gambar Badak Jawa pada bagian depan sebagai simbol kekayaan fauna endemik Indonesia yang saat itu mulai mendapat perhatian dalam upaya pelestarian satwa langka. Bagian belakang juga menampilkan ilustrasi Badak Jawa dalam habitat alaminya, sehingga desain uang ini menjadi salah satu emisi rupiah yang secara khusus mengangkat tema konservasi satwa. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Garuda Pancasila, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Arifin M. Siregar. Uang ini diedarkan pada masa pemerintah Orde Baru mulai memperkenalkan tema lingkungan dan kekayaan alam Indonesia ke dalam desain mata uang nasional.
Naura Zahira Ahmar_MRA 2024_PSIK D