Uang kertas pecahan 10.000 rupiah Emisi 1979 menggunakan gambar seperangkat gamelan Jawa pada bagian depan sebagai simbol kekayaan seni dan budaya tradisional Indonesia. Bagian belakang menampilkan Candi Prambanan yang merepresentasikan warisan sejarah dan kejayaan peradaban Nusantara. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan pengaman berupa tanda air Dr. Soetomo, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Arifin M. Siregar. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah mulai menampilkan unsur budaya dan peninggalan sejarah Indonesia dalam desain mata uang sebagai bagian dari penguatan identitas nasional dan promosi kekayaan budaya bangsa.
Naura Zahira Ahmar_MRA 2024_PSIK DUang kertas pecahan 1.000 rupiah Emisi 1980 menggunakan gambar Dr. Soetomo pada bagian depan sebagai penghormatan kepada tokoh pelopor kebangkitan nasional Indonesia dan pendiri organisasi Budi Utomo. Bagian belakang menampilkan panorama Ngarai Sianok di Sumatra Barat yang merepresentasikan keindahan alam Indonesia. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Pattimura, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Durmawel Achmad. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah mulai mengangkat tokoh sejarah dan kekayaan alam Indonesia dalam desain mata uang sebagai sarana memperkuat identitas nasional.
Naura Zahira Ahmar_MRA 2024_PSIK DUang kertas pecahan 500 rupiah Emisi 1982 menggunakan gambar bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) pada bagian depan sebagai simbol kekayaan flora langka Indonesia yang terkenal di dunia. Bagian belakang menampilkan gedung Bank Indonesia cabang kota yang melambangkan peran lembaga perbankan dalam menjaga stabilitas moneter dan mendukung perekonomian nasional. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan pengaman berupa tanda air Jenderal Achmad Yani, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dan Direktur Durmawel Achmad. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah mulai menampilkan kekayaan alam Indonesia dalam desain mata uang sebagai sarana memperkenalkan flora endemik sekaligus memperkuat identitas nasional.
Naura Zahira Ahmar_MRA 2024_PSIK DUang kertas pecahan 100 rupiah Emisi 1984 menggunakan gambar burung Dara Mahkota (Goura victoria) pada bagian depan sebagai simbol kekayaan fauna Indonesia, khususnya satwa endemik dari wilayah Papua. Bagian belakang menampilkan Bendungan Tangga Asahan di Sumatra Utara yang merepresentasikan pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan sumber daya energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Uang ini dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan dilengkapi pengaman berupa tanda air Garuda Pancasila, nomor seri kombinasi tiga huruf dan enam angka, serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia Arifin M. Siregar dan Direktur Sujitno Siswowidagdo. Uang ini diedarkan pada masa pembangunan nasional Orde Baru ketika pemerintah berupaya menampilkan kekayaan alam dan hasil pembangunan Indonesia dalam desain mata uang sebagai sarana memperkuat identitas nasional dan kebanggaan terhadap kemajuan negara.
Naura Zahira Ahmar_MRA 2024_PSIK DItem ini berisi naskah esai yang digunakan dalam proses pendaftaran PPKB. Arsip ini memuat penjelasan pribadi pencipta arsip terkait alasan dan tujuan melanjutkan pendidikan tinggi.
Azka Syaima_MRA2024_PSIKEEzo jiseki (蝦夷事蹟) merupakan manuskrip Jepang langka yang membahas sejarah wilayah Ezochi atau Hokkaido beserta masyarakat Ainu dan Emishi. Arsip memuat teks sejarah yang dilengkapi ilustrasi dan peta mengenai wilayah utara Jepang. Dokumen ini diperkirakan dibuat setelah tahun 1869 dan menjadi salah satu sumber dokumentasi sejarah mengenai perkembangan wilayah Ezo pada awal periode modern Jepang.
Japanese Rare Book Collection, Library of Congress.Ezo michishirube (蝦夷道知邉) merupakan manuskrip Jepang yang berisi panduan dan penjelasan mengenai wilayah Ezochi atau Hokkaido. Arsip ini berkaitan dengan kondisi wilayah utara Jepang pada periode Edo dan ditulis oleh Honda Toshiaki. Dokumen memuat informasi mengenai wilayah geografis Ezo serta pengetahuan masyarakat Jepang terhadap kawasan tersebut pada awal abad ke-19.
Honda Toshiaki dan Japanese Rare Book Collection, Library of Congress.Arsip Ezo shūi merupakan buku cetak langka karya Satō Yukinobu yang dibuat sekitar tahun 1786. Arsip ini berisi deskripsi dan catatan perjalanan mengenai wilayah Hokkaido, Jepang, sehingga menjadi sumber informasi tentang kondisi geografis dan perjalanan pada masa tersebut. Dokumen ditulis dalam bahasa Jepang dengan format tradisional Jepang (fukurotoji) dan terdiri dari beberapa volume. Saat ini arsip tersebut menjadi bagian dari koleksi langka di Library of Congress karena memiliki nilai sejarah dan dokumentasi perjalanan Jepang abad ke-18.
Shakila Maulida Nisa Karima_MRA2024_PSIKDArsip farewell BEM Vokasi UI bersama seluruh fungsionaris Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan
Abim Ma'arif_MRA2024_PSIKEArsip - arsip pendidikan individu Fayyaz Ammar Fathamy yang mencakup pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang tercipta antara tahun 2018 hingga 2024
Fayyaz Ammar Fathamy_MRA2024_PSIK C