Area Identitas
Kode referensi
Judul
Tanggal
- 2024 (Penciptaan)
Level Deskripsi
Ukuran dan Media
1 Foto
Area Konteks
Nama Pencipta
Sejarah Biografi
Adinda Rizky Wijayanti merupakan Mahasiswa Manajamen Rekod dan Arsip, Universitas Indonesia kelahiran Jakarta tahun 2006. Sejak kecil, Adinda senang mengikuti berbagai kegiatan sosial, humaniora, dan keilmuwan untuk mengembangkan minat dan bakat. Adinda adalah anak yang komunikatif, adaptif, dan kooperatif, dari sekolah dasar sampai berkuliah, ia senang mengikuti kepanitian, organisasi, dan bakti sosial. Beranjak dewasa, Adinda mulai berminat dan mempelajari tentang manajemen dan informasi. Adinda memiliki keterampilan dalam mengelola, melestarikan dan menjaga arsip dari hasil dokumentasi kegiatan atau pengalaman yang ia miliki sebagai memori kolektif pribadi dan bukti.
Nilai Sejarah Arsip
Foto ini memiliki nilai sejarah sebagai dokumentasi rumah adat Nuwo Sesat yang merupakan identitas budaya masyarakat Lampung. Rumah adat "Nuwo Sesat" sudah mulai ada sejak abad ke-19 dengan ciri khas yang unik dan fungsi yang sangat adaptif bagi masyarakat. Nuwo Sesat yang berarti "Rumah Balai Agung," digunakan sebagai tempat musyawarah para pemangku adat sekaligus pusat pelaksanaan berbagai kegiatan adat dan upacara tradisional masyarakat Lampung. Bentuk rumah panggung dengan konstruksi kayu yang kokoh mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan tropis, serta nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, dan sistem musyawarah yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan rumah adat ini menjadi bukti pelestarian budaya tradisional Lampung di tengah perkembangan zaman.
Sumber akuisisi atau transfer langsung
Area Isi dan Struktur
Cakupan dan isi
Foto menampilkan bangunan rumah adat Nuwo Sesat dengan bentuk panggung yang menjulang serta atap berbentuk perisai atau melengkung khas arsitektur Lampung. Bagian dinding dan tiang rumah dihiasi ukiran tradisional serta motif tapis yang memiliki makna simbolis dalam budaya Lampung, seperti lambang kebesaran dan kekerabatan. Bangunan tampak menggunakan material kayu berkualitas, sambungan pasak tanpa paku, serta atap berbahan ijuk atau rumbia. Pada bagian pintu masuk utama (Ijan Geladak) terdapat atap Rurung Agung dan hiasan payung kuning sebagai simbol tingkat kampung. Setelah melewati pintu, terlihat Anjungan (serambi terbuka) untuk menerima tamu informal, serta Pusiban (ruang agung) yang lebih tinggi sebagai tempat musyawarah mencerminkan nilai gotong royong (Sakai Sambayan). Foto juga menunjukkan Ruang Tetabuhan (penyimpanan alat musik Talo Balak), Ruang Gajah Merem (kamar istirahat pemimpin adat), Kebik Temen & Kebik Tengah (kamar tidur anak tertua), serta Gaghang dan dapur untuk aktivitas membersihkan dan memasak. Latar pepohonan dan area sekitar yang asri memperlihatkan lingkungan tempat berdirinya rumah adat tersebut di tengah permukiman masyarakat Lampung.
Penilaian, pemusnahan dan jadwal retensi
Akrual
Sistem Penataan
Kondisi dari area akses dan penggunaan
Penentuan Kondisi Akses
Penentuan Kondisi reproduksi
Bahasa dari material
Naskah Material Arsip
Catatan Bahasan dan Naskah
Karakter fisik dan persyaratan teknis
Sarana temu balik
Virtual Archive Exhibtion: Rumah Adat di Indonesia
Area Materi Arsip Sekutu
Keberadaan dan lokasi dari original
Keberadaan dan lokasi dari salinan
Berkas Arsip yang berkaitan
Catatan Publikasi
Terbuka